Terjadi Gempa Bumi Tetapi Para Santri Masih Tetap Bisa Mengaji
Bagikan ini :

CIANJUR(7/12/2022) Telah terjadi gempa bumi akibat pergeseran tanah pada hari Senin 21 November 2022 dengan berskala 5,6 Mag pukul 13.21 WIB. Berpusat di daerah Cianjur, Jawa Barat. Gempa terjadi ketika para santri akan bersiap-siap untuk berangkat ke tempat mengaji. Untuk kondisi di Ponpes Miftahulhuda Al-Musri’ meski merasakan guncangan yang cukup besar, namun Alhamdulillah tidak ada korban ataupun kerusakan yang parah. Untuk aktivitas kegiatan belajar mengajar pun masih tetap terlaksana seperti biasanya, juga masih tetap melakukan pengajian seperti hari hari sebelumnya. Tetapi dari pihak pesantren pun sangat menghimbau kepada seluruh masyarakat santri agar tetap berjaga-jaga ketika terjadi gempa susulan.

 

BMKG mengatakan sebanyak 392 kali gempa susulan terjadi di Kabupaten Cianjur hingga Selasa kemarin sejak gempa utama pada 21 November 2022. Sebelumnya, gempa dengan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB terjadi di sekitar 10 km barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pusat gempa bumi itu berada di darat pada kedalaman 10 km di koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur. Adapun gempa-gempa susulan lainnya yang sebagian besar tidak dirasakan dan ada juga beberapa yang dirasakan. Dan Alhamdulillah dalam kurun waktu empat hari setelah kejadian, gempa-gempa susulan tersebut  sudah reda dan stabil.

 

Namun gempa susulan tersebut memiliki intensitas yang terus menurun. Magnitudo gempa susulan paling besar adalah 4,2 dan terkecil 1,0 Mag. Mengingat berdasarkan analisa yang dilakukan BMKG, gempa di Cianjur merupakan gempa yang berulang setiap 20 tahunan dan kemungkinan dapat terjadi kembali. Tidak hanya terjadi gempa bumi, tetapi di ponpes Miftahulhuda Al-Musri’ juga sempat mengalami padam listrik selama 3 hari berturut-turut pada waktu sore menjelang maghrib.

 

Dan pada hari Selasa tanggal 06 Desember 2022 Media Al-Musri pun melontarkan beberapa pertanyaan kepada Ang Faqih selaku Ketua Ampuh untuk memberi tanggapan terkait gempa bumi yang terjadi di Cianjur.

 

Bagaimana tanggapan Pesantren perihal bencana gempa bumi kemarin yang menyebabkan banyaknya kerusakan?

Beliau mengatakan, “sangat memprihatinkan, khususnya dari Pondok Pesanten Miftahulhuda Al-Musri begitu banyak alumni alumni, mukimin mukimin almusri yang terdampak pada bencana ini. Kalau dilihat dari jumlah data kematian kemarin itu sudah lebih dari 300 orang, yang luka luka dan mengungsi juga sudah mencapai puluhan ribu, tepatnya sekitar 50 ribu jiwa yang mengungsi di tenda.”

 

Dampak apa yang terjadi pada pesantren Ketika gempa bumi kemarin?

“Dikarenakan pusat gempanya berada disekitar Cugenang, jadi Alhamdulillah untuk Al-Musri sendiri yang berkecamtan di Ciranjang tidak ada dampak kerusakan yang terjadi baik pada bangunan maupun korban jiwa, meski Al-Musri juga merasakan guncangan dari gempanya.”

 

Kontribusi apa yang dilakukan oleh Pesantren Al-Musri terhadap warga yang terkena bencana?

“Alhamdulillah, khususnya alumni yang berada di Kabupaten Cianjur berkontribusi mendirikan posko tepatnya di Assihabudiniyah dan Mesjid Al-Barkah Rancagoong, itu posko bantuan khususnya untuk mukimin mukimin Al-Musri umumnya untuk warga Cianjur yang terkena dampak gempa kemarin. Dan ada beberapa donasi juga untuk para korban yang lebih banyak berupa sembako, dari awal tanggal 21 November hari Senin. Dan di malam Selasa itu sudah menyebarkan donasi berupa sembako dan seterusnya ada peralatan sehari hari, pakaian, dan lain sebagainya.”

 

Apa harapan untuk kedepannya setelah terjadi bencana ini?

“Harapannya mudah mudahan Cianjur cepat pulih kembali khususnya untuk alumni alumni mukimin yang terkena dampak salah satunya pesantren pesantren alumni, madrasah madrasah yang bangunannya itu cukup parah sampai tidak layak dihuni kembali, mudah mudahan dalam beberapa waktu kedepan ada bantuan bantuan, khususnya dari Pemerintah untuk membangun ulang Kembali pesantren pesantren, beberapa masjid, juga rumah rumah warga Cianjur yang terkena dampak khususnya alumni Al-Musri.”

 

Kepada Wali Santri  yang ada di rumah, kami menghimbau untuk tetap tenang. Jangan percaya dengan kabar, berita, maupun informasi yang tidak jelas asal muasalnya yang justru menambah kecemasan. Pastikan informasi hanya dari media Al-Musri’ melalui kanal-kanal komunikasi resmi. InsyaAllah, kondisi di Cianjur saat ini semakin stabil.

 

Kami turut berduka atas semua bencana ini. Kepada korban jiwa, tempat kediaman para santri yang mengalami kerusakan, juga pesantren-pesantren lainnya yang mengenai dampak dari musibah ini. Semoga kita tetap dalam lindungan Allah SWT, diberi ketabahan dan dapat mengambil hikmah dari apapun ujian yang diberikan.

 

Pewarta: Rahmi Rahmatussalamah dan Raisya Audyra

One thought on “Terjadi Gempa Bumi Tetapi Para Santri Masih Tetap Bisa Mengaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *