Mudasmat dan Ulangan

Musabaqoh cerdas cermat (mudasmat) adalah salah satu program yang diadakan setiap akhir semester setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Diawali dengan Musabaqoh yang bersifat umum dan dilanjutkan dengan musabaqoh pertingkat kelas. Sebagaimana namanya musabaqoh umum terbuka untuk semua santri dari berbagai tingkatan untuk menunjukan kemampuan di bidang hafalan mencakup bait alfiyah, bait jurumiyah, bait nadzom maksud, bait lamiyatul af’al dan bait jauhar maknun.

Biasanya acara tersebut diselenggarakan selama dua hari dengan batas maksimal 10 orang perserta di setiap bidang nya, tentunya menjadi ajang bergengsi karena dihadiri oleh semua santri untuk semakin memicu motivasi. Setelah musabaqoh umum selesai, dilanjutkan dengan kegiatan musabaqoh pertingkat kelas yang artinya semua santri wajib mengikuti tersebut sesuai hafalan yang sudah ditentukan disetiap tingkat kelas, seperti I’dadiyah menghafal Juz ama, tingkat Ibtidaiyah mengahafal bait Jurumiyah dan Nadzom maksud, tingkat Tsanawiyah manghafal bait Alfiyah, tingkat Aliyah menghafal bait Sulamunawaroq dan Jauhar maknun, tingkat Ma’had aly menghafal bait Rohbiyah dan Baiquniyyah.

Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mengasah hafalan hafalan dan membuktikan hasil hafalan selama kegiatan belajar sebelumnya, dengan kegiatan ini tentunya para santri akan antusias dan bersemangat dalam menghafal. Berbeda dengan musabaqoh umum, kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, mengingat banyaknya santri membutuhkan waktu yang lebih lama.

CERDAS CERMAT

Selang satu hari, dilanjutkan dengan kegiatan cerdas cermat selama dua minggu. Cerdas cermat adalah kegiatan adu ketajaman berfikir dan ketangkasan menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat. Sama halnya dengan musabaqoh kelasan kegiatan ini wajib di ikuti oleh setiap santri, diawali dari tingkat idadiyyah dan di akhiri dengan tingkat ma’had aly. Setiap grup mengikuti babak penyisihan dan berusaha masuk ke babak semi final sampai pada acara puncak yaitu babak final, yang sangat ditunggu oleh para santri karna akan mempertemukan orang-orang hebat di setiap tingkatnya.

Adapun pertanyaan yang akan ditanyakan sebagai berikut:

I’DADIYYAH

Fikih, Tauhid, dan Tajwid

IBTIDAIYYAH

Jurumiyyah, kaelani,Nadzom maksud

TSANAWIYYAH

Alfiyyah Ibnu Malik dan Lamiyyatul Af’al

ALIYYAH

Sulamunawaroq dan Uqudul Juman

MA’HAD ALY

Rohbiyah, Jam’ul Jawami’ dan Uqudul Juman

Dan untuk pertanyaan umum untuk semua tingkat adalah Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Undang-undang Pesantren, materi ke-NU an dan untuk tingkat Ma’had Aly ditambah dengan pertanyaan riwayat pendiri pondok pesantren Miftahulhuda Al-Musri’.

Dengan acara ini tentu semakin mengasah ketajaman santri dalam berfikir, semakin cerdas dalam menjawab, dan semakin cermat dalam menanggapi pertanyaan dari berbagai materi.

ULANGAN

Setelah kegiatan musabaqoh dan cerdas cermat selesai kegiatan diakhiri dengan ulangan yang berlangsung selama 12 hari. Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan yang sangat di tunggu-tunggu oleh para santri, karena lulus atau tidak nya santri ke jenjang tingkat kelas selanjutnya di lihat dari hasil ulangan tersebut. Maka dari pada itu semua santri harus sudah siap dengan materi yang sudah di kaji selama kegiatan belajar sebelumnya.

Kegiatan ulangan ini mencakup ulangan tulis di siang hari dan ulangan pembacaan kitab di malam hari. Dan untuk kelas tiga Aliyyah dan tingkat Ma’had Aly  ulangan pembacaan-Nya langsung dihadiri oleh seluruh Dewan Ampuh dan Dewan kiai sepuh untuk menguji seberapa jauh santri tersebut memahami dan membaca kitab.

Sumber: Ust. Yasin Alawi (Rais AM PP Miftahulhuda Al Musri’)

Penulis: Fachry Syahrul 

Biografi Singkat Mama KH.Ahmad Faqih

Mama KH.Ahmad Faqih adalah pendiri Pondok Pesantren Miftahulhuda Almusri’. Berikut ini adalah ulasan tentang kelahiran beliau, masa menuntut ilmu, dan perjalanan mengamalkannya.

1.Tentang Kelahiran

Kelahiran mama KH.Ahmad Fakih berawal dari cerita yang sangat unik, dimana sewaktu ayah beliau H.Kurdi bin Artibah menuntut ilmu dipesantren kudang sekitar tahun 1907. Tak berselang lama H.Kurdi mondok disana, pada suatu hari H. kurdi bin artibah dipanggil oleh gurunya dan disuruh pulang, padahal pada masa itu beliau merasa belum bisa apa-apa. Tak berselang lama ketika beliau berada di kampungnya, beliaupun menikah dengan salah seorang gadis pilihannya dan dari pernikahan inilah beliau dikaruniai seorang anak perempuan bernama Rukmini.  Karna beliau teringat perkataan gurunya bahwasannya beliau akan di karuniai anak laki-laki yang soleh, maka beliaupun menceraikan istrinya dan H.Kurdipun menikah lagi dengan seorang janda beranak dua yang bernama H.Halimah, anak dari Hj.Halimah yaitu Hj.Juariyah dan Bapak Enjum. Setelah sekian lama H.Kurdi menanti, disertai dengan do’a yang terus menerus terkabullah permohonan beliau dan beliau dikaruniai anak laki-laki yakni Syaikhuna Almukarrom Mama KH.Ahmad Fakih yang lahir di Kp. Cilenga Ds. leuwi sari Kec. Leuwi sari. Kemudian lahir pula dua anak laki-laki Bernama K.Jamal dan K.Romli, mereka bertiga beda selang usia 1 tahun.

2.Masa Menuntut Ilmu

Mama Syaikhuna Kh.Ahmad Faqih bin H.Kurdi Bin Artibah pertama kali menuntut ilmu ditanah kelahirannya kepada KH.Shobandi, mama belajar mengaji pada KH.Shobandi hanya mencapai ilmu shorof (itupun belum tahqiq). Kemudian setelah lulus Sekolah Rakyat, sekitar usia 12 tahun mama menuntut ilmu ke sukamanah Tasik Malaya kepada KH. Zaenal Musthofa (salahsatu alumni pesantren KH.shobandi). Beliau menuntut ilmu disukamanah kurang lebih sekitar 12 tahun, dari tahun 1925-1937 masehi. Dan adapun guru-guru sorogan mama pada waktu disukamanah diantaranya: KH.Rukhiyat Cipasung, KH.Fakih Damini Almubaroq Cibalanarik. Dan beliau pun mempunyai kaka kelas sekaligus teman seperjuangan (yang diketahui narasumber) KH. Mahmud Zuhdi Sumedang. Setelah menuntut ilmu di Sukamanah tahun 1937 M beliaupun memperdalam ilmu falaq kepada KH.Fakhrurozi selama kurang lebih satu bulan pada saat bulan Romadhon di daerah Sukalaya Gunung Sabeulah Tasikmalaya.

Setelah itu beliau tidak pernah bermuqim dimana mana lagi beliau langsung mukim di Kp. Kebon Kelapa, Ds. Sumelap, Kec. Cibeureum, Kab. Tasikmalaya. Mama adalah Angkatan ke-3 lulusan pesantren sukamanah. Adapun urutan angkatan Pesantren Sukamanah diantaranya:

  1. Angkatan ke-1 Satu orang yaitu ajengan hambali (Bermuqim di Cipanas)
  2. Angkatan ke-2 Ajengan A.Shobir, KH.Mahmud Zuhdi dan Ajengan Syamsudin.
  3. Angkatan ke-3 Mama KH.Ahmad Faqih, Ajengan Burhan (Suka Hurip), Ajengan Ma’rif, Ajengan Emor Ranca Paku

Mengenai KH.Khoer Afandi (Pendiri Ponpes Manonjaya Tasik) Ketika menuntut ilmu di Pesantren Legok Ringgit (di Pesantren Muqimin Sukamanah). Beliau selalu mengikuti tarkiban (Studi Banding) Ke Pesantren Sukamanah Babadan (Angkatan ke-5).

Baca Juga: Biografi KH Ruhiat Cipasung

3.Perjalanan dan Perjuangan Mengamalkan Ilmu

Sekitar tahun 1938 M setelah mengikuti HJ.Juaenah yang berasal dari Kp. Kebon Kalapa Ds.Sumelap Kec.Cibeureum, dalam perjalanan mengamalkan ilmu, begitu banyak rintangan yang dihadapi beliau, karna pada waktu itu negara kita masih di duduki oleh kolonial belanda. Seiring dengan itu, jiwa patriotism yang beliau peroleh saat dipesantren mendorong beliau turut serta aktif mempelopori Gerakan Hizbulloh di daerahnya yang menentang terhadap penjajahan belanda. Melihat kuatnya Aqidah dan jiwa patriotism beliau, Belandap pun menaruh curiga kepada pesantren-pesantren dan sejenisnya yang di anggap akan membahayakan kedudukan mereka.Mama KH.Ahmad Faqih pun sering keluar masuk penjara.

Pada tanggal 9 maret 1942 M Belanda dipukul mundur oleh jepang, Mama KH.Ahmad Faqih beserta kiyai lainnya dibebaskan Kembali setelah mengalami hukuman penjara selama beberapa hari. Akan tetapi ibarat kata “Dari mulut Harimau jatuh ke mulut Buaya” Jepang pun tak ada bedanya dengan Belanda. Pembuktian Sejarah ketika terjadi pemberontakan Sukamanah tahun 1944 yang dipimpin oleh KH.Zaenal Mustofa,yang akhirnya meskipun Mama KH.Ahmad Faqih tidak ikut serta dalam pemberontakan tersebut, namun karna beliau merupakan salah satu alumni dari salah satu pesantren sukamanah Jepang pun berusaha menangkapnya.

Pasca kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 M beliau mendirikan pondok pesantren di Kebon Kalapa Kecamatan Cibeureum. Namun Belanda yang terusir dari tanah Indonesia Datang Kembali dalam Agresi Militer II tahun 1949 M. Keadaan ini tentu saja memberikan pengaruh yang sangat negative terhadap penyelenggaraan pesantren dan Lembaga-lembaga non formal lainnya. Dan pada akhirnya Belanda pun membakar pesantren yang mama dirikan dengan susah payah dan tidak hanya itu, merekapun berusaha menangkap mama KH.Ahmad Faqih. Untuk menghindari dari kejaran belanda beliau mengungsi di tanah kelahirannya di Sumelap. Dan pada waktu itu beliau sudah beristri 2 yaitu Hj.Juaenah dan Hj.Qoniah dan dikaruniai dua orang anak laki-laki yaitu KH.Zaenal Musthofa (Putra dari Hj.Juaenah),Dan KH.Mamal Mali Murtadlo (putra dari Hj. Qoni’ah).

Belanda terus saja mengejar beliau, kemudian beliaupun mengungsi ke Kp. Parakan lisung dan dikampung inilah istri pertama beliau Hj.Juaenah meninggal dunia akibat terkena pecahan bom tantara belanda. Dimana sebelum Hj.Juaenah meninggal, Hj.Juhaenah sedang mengais KH.Mamal Mali Murtadlo, mendengar adanya pesawat tentara belanda Hj.Juaenah pun memberikan KH.Mamal Mali Murtadlo kepada HJ.Qoni’ah dan seketika itu pula Hj.Juaenah terkena pecahan bom dan akhirnya meninggal dunia.

Dari Parakan Lisung Mama pindah lagi ke Kp.Cilenga Girang, dari Cilenga Girang pindah lagi ke Cilengger (persis di kaki gunung galunggung). Setelah beberapa bulan di Cilengger, beliau beserta keluarga pindah Kembali ke Sumelap. Dan ketika berada di Sumelap beliau tertangkap oleh Belanda, satu bulan setelah beliau ditangkap beliau di bebaskan kembali karna ada pengakuan kedaulatan RI dari PBB tanggal 27 Desember1499 M. Pada sekitar tahun 1951 M, mama beserta keluarganya mengungsi ke Cirebon sambil berdagang pakaian dll. Dan di Cirebon pula lah istri beliau Hj.Qoni’ah Kembali melahirkan seorang anak laki-laki yaitu KH.Hilman Abdurrahman.

Sekitar tahun 1952-1953 M, Beliau pindah lagi ke sumelap dan sekitar tahun 1953 M beliau pindah dan berencana mendirikan pesantren disana, namun karna disana PKI sedang merajalela beliaupun dikepung dan hampir tertangkap. Kemmudian sekitar tahun 1954 M, beliau pindah lagi ke daerah kelahiranya di Sumelap. Setelah berada di Sumelap, beliau pun di curigai oleh TRI (Tentara Republik Indonesia). TRI curiga bahwa beliau bersekutu dengan DI/TII (Daarul Islam/Tentara islam Indonesia) yang ditunggangi oleh PKI dan memang berpusat di Tasik Malaya sebagai Pemberontak terhadap Negara Republik Indonesia. Beliaupun sempat tertangkap oleh TRI dan dipenjarakan selama 40 hari disebuah Gudang marks TRI di Awipari, disini pulalah beliau mengalami siksaan berat. Menurut bapak Sodiqin (anak tiri H.Qurdi) Putra dari Hj.Halimah, pada saat mama dan rekan rekan hendak di lindas oleh oknum TRI menggunakan kereta api, seketika itu pula kereta mendadak berhenti, pada akhirnya mama dan rekan-rekan selamat.

Pada sekitar tahun 1956 M beliau ikut mengajar di Pesantren Cilendek yang dipimpin oleh K.Bahrum atau Ajengan Enoh (Adik Kelas Mama sewaktu menuntut ilmu di sukamanah) sambal mengungsi. Pertikaian DI/TII dan TRI membawa pengaruh buruk bagi mama KH.Ahmad Faqih sebagai seorang kiyai di pesantren Cilendek. TRI menganggap beliau bersekutu dengan DI/TII begitu juga sebaliknya. Sekitar tahun 1956 M, Mama dibawa oleh KH.Ahmad Karang Anyar yang berasal dari Sumelap menuju kedaerah Pasir Honje Ds.Kertajaya Kec.Ciranjang Kab.Ci Anjur ke kediaman mang Khudori sebagai kaka dari KH. Ahmad (yang membawa mama) beserta santri-santrinya. Karena di Pasir Honje masih dalam keadaan darurat mama pindah lagi ke kampung Ngamprah, dari Ngamprah pindah lagi ke Sukaweuning dan dari Sukaweuning pindah lagi ke Kp. Ciendog dan sampai sekarang.

 

Penulis: Eka Nurlela

 

15 Fan Ilmu Yang Dipelajari Di Ponpes Miftahulhuda Almusri’

Mama Syaikhuna Al-mukarrom KH. Ahmad Faqih (Pendiri Ponpes Miftahulhuda Almusri) telah mengatakan dalam takrirannya “Ari santri anu tamat belajar di Almusri eta nyata meunang ulung untung ringkung rebo ku gulungan fan elmu anu lima belas, sarta tarik milik gede bagja ngan hasil ku zaman sakilat sakojengkang. Deuih dikeukeuhkeun ka santri anu dewasa tur kawasa pikeun ngabejakeun kana eta kauntungan, mun teu ngabejakeun tangtu eta santri meunang hukum kurang rido jeung pidua ti anu jadi guru.” 15 fan ilmu yang dimaksud oleh Mama Syaikhuna Almukarrom adalah ilmu Tauhid, ilmu Fiqih, ilmu Tasawuf, ilmu Lugoh, ilmu Nahwu, ilmu Shorof, ilmu Maani, ilmu Bayan, ilmu Badi’, ilmu Mantiq, Munadhoroh, Makulat, ilmu Hadist, ilmu Tafsir dan ilmu Usul Fiqh. Untuk mengetahui pengertian dari masing-masing fan ilmu tersebut, Simak ulasan berikut ini.

1.Ilmu Tauhid

IlmuTauhid adalah konsep dalam aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah. Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhiidan yang artinya mengesakan.

2.Ilmu Fiqih

Secara etimologi, kata “fiqh” itu berasal dari istilah “faqqaha yufaqqihu fiqhan” yang artinya ‘pemahaman’. Artinya, ilmu fiqih adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana pemahaman akan agama Islam secara utuh dan komprehensif. Apabila dianalisis secara bahasa, kata “fiqh” ini pun masih sama berartikan ‘pemahaman’,

3.Ilmu Tasawuf

Ilmu tasawuf adalah ilmu yang mengajarkan tentang cara menyucikan jiwa dan menjernihkan akhlak serta membangun lahir dan batin untuk mencapai ketenangan abadi.

4.Ilmu Lugoh

Ilmu lugoh atau ilmu Bahasa yang di pelajari disini yaitu Bahasa arab dan inggris saja. Namun Bahasa arab dipelajari oleh tingkat Ibtidaiyyah sampai tingkat Aliyah sedangkan Bahasa inggris dipelajari oleh tingkat Ma’had Aly dan Dirosatul ‘Ulya.

5.Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu adalah Ilmu tentang kaidah-kaidah dan aturan-aturan untuk mengetahui keadaan-keadaan (ahwal) susunan kalimat Arab, baik dari sisi i’rab atau binak-nya dan juga sisi lain yang masih berkaitan dengan tarkib (susunan lafadz).

Singkatnya Nahwu itu adalah ilmu untuk menganalisa teks Arab sekaligus berguna untuk menyusun rangkaian kata (kalam) dalam bahasa Arab secara benar.

6.Ilmu Shorof

Sesuai dengan pengertian dasarnya, shorof adalah ilmu yang memetakan “perubahan” bentuk dari sebuah kata dasar (mufrod) ke bentuk plural (jama’). Bentuk kata berubah, berubah pula maknanya. Perubahan bentuk kata berimplikasi besar pada perubahan makna sebuah kalimat. Bagian dari Kitab shorof yang dikaji disini yaitu Kitab Kaelani dan Kitab Yaqulu.

7.Ilmu Maani

Ilmu ma’ani merupakan salah satu dari tiga kajian utama ilmu balaghah. Sebagaimana didefinisikan oleh para ulama bahwa ilmu ma’ani adalah ilmu yang bertujuan membantu seseorang agar dapat berbicara sesuai dengan muqtadha al- hal (situasi dan kondisi).

8.Ilmu Bayan

Secara bahasa, bayan artinya ‘terbuka’ atau ‘jelas’. Sedangkan dalam ilmu balaghah, ilmu bayan adalah ilmu yang mempelajari cara-cara mengemukakan suatu gagasan dengan berbagai macam redaksi.

9.Ilmu Bade

Ilmu Badi’ merupakan bagian dalam pembahasan ilmu Balaghah yang mengupas keindahan kalimat dari segi penghias lafadz (Muhassinat Al-Lafdziyyah) dan penghias makna (Muhassinat Al-Ma’nawiyah). Ada banyak uslub (gaya bahasa) yang digunakan dalam ilmu Badi’.

10.Ilmu Mantiq

Mantiq adalah keilmuan yang berkaitan dengan logika ia memiliki pengaruh penting dalam membentuk pola pikir seseorang hingga bisa mencapai sebuah kesimpulan yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam mengkaji berbagai disiplin ilmu keislaman lainnya, untuk kemudian diterapkan dalam tataran praktis. Salah satu kitab yang menjadi pegangan wajib dalam mempelajari ilmu mantiq adalah Kitab Sulam Munawwaraq. Kitab tersebut merupakan kitab berbentuk nadham yang menjadi panduan bagi para pemula ilmu mantiq.

11.Munadhoroh

Munadhoroh adalah metode belajar yang menyerupai musyawarah atau diskusi Bersama. Fan ilmu ini menjadi salah satu program unggulan yang dilaksanakan setiap malam Senin setelah musyawarah engurus OSMA dan menjadi metode pembelajaran yang bisa membandingi 10x Balaghan kitab. Para santri biasa menyebutnya dengan kata “Tarkiban”.

12.Ilmu Ma’qulat

Ilmu maqulat ini ialah ilmu yang membahas tentang kategori-kategori yang berlaku pada sesuatu yang berwujud di alam semesta ini. Biasanya ilmu ini dikaji setiap satu tahun sekali ketika Ramadhan tiba. Dan dipelajari oleh kelas 1 dan 2 ma’had aly saja.

13.Ilmu Hadist

Ilmu Hadits (علوم حديث) yaitu Ilmu yang membahas kaidah-kaidah untuk mengetahui kedudukan sanad dan matan, apakah diterima atau ditolak.

Menurut Tengku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Ilmu Hadits, yakni ilmu yang berpautan dengan hadits, banyak ragam macamnya. sedangkan Al-Hadits di kalangan ulama hadits berarti “segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi dari perbuatan, perkataan, dan sifat”.

14.Ilmu Tafsir

Ilmu Tafsir adalah ilmu untuk memahami Kitab Allah yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, penjelasan mengenai makna-makna Kitab Allah, serta mengesensikan hukum-hukum dan hikmah-hikmahnya.

15.Ilmu Usul Fiqih

Ushul Fiqh adalah Pengetahuan tentang dalil-dalil fiqh secara menyeluruh dan tata cara memperoleh kesimpulan hukum darinya serta tentang kondisi yang mengambil kesimpulannya.

 

 

Penulis: Eka Nurlela

 

MUDASMAT

Mudasmat adalah singkatan dari musabaqoh dan cerdas cermat. Musabaqoh diambil dari kata سابق يسابق مسابقة yang artinya perlombaan. Musabaqoh ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu musabaqoh umum dan musabaqoh kelasan. Musabaqoh umum diikuti oleh setiap santri yang khendak mengikuti saja, sedangkan musabaqoh kelasan diwajibkan kepada seluruh santri dari tingkat i’dadiyyah sampai tingkat ma’had aly. Disamping itu panitia mudasmat menyediakan beberapa matan kitab, diantaranya alfiyah ibnu malik, lamiyatul af’al, jurumiyah, dan yaqulu. Adapun untuk musabaqoh kelasan disediakan sebagaimana tingkatannya. Dari tingkat i’dadiyah juz 30, tingkat ibtidaiyyah jurumiyah dan yaqulu, tingkat tsanawiyyah alfiyah ibn malik, tingkat aliyyah jauhar maknun dan sulamunnauroq, dan tingkat ma’had aly baiqunniyyah dan rohbiyyah. Selain itu ada musabaqoh yang menjelaskan isi dari kitab yang telah ditentukan, kitab tersebut adalah sulamuttaufiq, fathul qorib, risalah ahlussunah waljama’ah, fathul mu’in, dan kifayatul akhyar. Namun kegiatan ini hanya dilaksanakan satu kali dalam satu tahun yakni dua semester. Selain dari itu cerdas cermat juga menjadi bagian dari program unggulan yang dilaksanakan setiap akhir semester sebelum waktu ulangan tiba. Dengan adanya program ini, dalil al-quran yang menyatakan ” Berlomba-lombalah dalam kebaikan” itu telah terealisasikan. Sebab,terlihat banyak sekali santri yang ikut andil dalam memeriahkan perlombaan tersebut dengan banyaknya muthola’ah dan murojaah kitab yang akan dilombakan dari beberapa hari sebelum hari perlombaan itu tiba. Semoga dengan adanya perlombaan ini, santri yang ikut serta bisa memotivasi santri yang lainnya.

 

Penulis: Eka Nurlela

Mengenal Organisasi Nahdlatul Ulama

Apa itu Nu (Nahdlatul Ulama)?
NU (Nahdlatul Ulama) adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang telah memberikan kontribusi besar dalam sejarah dan perkembangan Islam di Nusantara. Nahdlatul Ulama adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 di kota Surabaya, NU merupakan gerakan Islam yang berkomitmen untuk memperkuat ajaran Islam yang tradisional, menjaga persatuan umat Muslim, serta berperan aktif dalam pembangunan sosial dan politik di Indonesia.
NU memiliki jutaan anggota yang terdiri dari ulama, santri (murid pesantren), dan masyarakat umum. Organisasi ini memiliki ribuan pesantren di seluruh Indonesia yang menjadi pusat pendidikan agama dan sosial. NU juga memiliki peran yang signifikan dalam politik Indonesia, dengan anggota yang terpilih menjadi anggota parlemen dan terlibat dalam pembentukan kebijakan nasional.
Setelah Mengetahui apa itu NU (Nadatul Ulama) apakah Kalian tau Peranan NU di Indonesia? Untuk menjelaskan peranan NU di Indonesia, Author telah merangkumnya di bawah ini.
Berikut Peranan NU di Indonesia:

1. Latar Belakang Kemunculan NU
NU didirikan pada tanggal 31 Januari 1926 di kota Surabaya oleh sekelompok ulama yang dipimpin oleh KH Hasyim Asy’ari. Organisasi ini muncul sebagai respons terhadap kekhawatiran akan pengaruh modernisme Islam yang muncul pada masa itu.
NU hadir sebagai gerakan yang ingin memperkuat ajaran Islam yang tradisional dan memperjuangkan kepentingan umat Muslim di Indonesia.

2. Filosofi dan Nilai-nilai NU
NU memiliki filosofi yang kuat dalam membangun solidaritas umat Muslim. Organisasi ini menekankan pada konsep “ahlussunnah wal jamaah”, yang berarti mengikuti ajaran Rasulullah dan mengutamakan persatuan umat Muslim.
NU juga menekankan pentingnya toleransi, dialog antaragama, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia.

3. Pendidikan dan Pemberdayaan Umat
Salah satu aspek penting dari perjuangan NU adalah pendidikan dan pemberdayaan umat. NU mendirikan ribuan pesantren di seluruh Indonesia, yang menjadi pusat pendidikan agama dan sosial.
Pesantren-pesantren NU tidak hanya memberikan pendidikan agama, tetapi juga menekankan pada pembangunan karakter, pemahaman kebangsaan, dan keterampilan yang relevan bagi pengembangan masyarakat.

4. Peran NU dalam Perjuangan Kemerdekaan
NU juga berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Para ulama NU memberikan dukungan moral, pemikiran, dan menggerakkan umat Muslim untuk berperan dalam perjuangan melawan penjajah.
KH Hasyim Asy’ari sendiri terlibat dalam perumusan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

5. NU dalam Era Demokrasi dan Kehidupan Sosial
Setelah kemerdekaan Indonesia, NU terus aktif dalam kehidupan politik dan sosial. Organisasi ini memiliki kehadiran yang kuat di parlemen dan memiliki peran dalam pembentukan kebijakan nasional.
NU juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk bantuan kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi, dan pengembangan kesejahteraan umat.

6. Peran NU dalam Mempertahankan Kerukunan Antaragama
NU telah berperan penting dalam memelihara kerukunan antaragama di Indonesia. Organisasi ini aktif dalam dialog antaragama dan menjunjung tinggi prinsip toleransi dan saling pengertian antarumat beragama. Melalui upaya ini, NU telah membantu membangun masyarakat Indonesia yang harmonis dan berkeadaban.
7. Transformasi NU di Era Modern
NU terus bertransformasi menghadapi tantangan zaman. Organisasi ini berupaya menjaga relevansi dalam kehidupan masyarakat dan menghadapi perubahan sosial, politik, dan ekonomi yang terus berkembang.
NU tetap berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, inklusif, dan menjunjung tinggi persatuan umat Muslim.

8. Penerimaan dan Pengaruh NU di Masyarakat
NU diterima secara luas oleh masyarakat Indonesia, terutama umat Muslim. Keberadaannya telah memberikan dampak yang signifikan dalam membangun kesatuan umat Muslim, memperkuat identitas keagamaan, dan menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. NU memiliki jutaan anggota dan pendukung yang terlibat dalam berbagai kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial.

9. Peran NU dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
NU memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Organisasi ini aktif dalam pembangunan nasional, menciptakan stabilitas politik, dan berkontribusi dalam merumuskan kebijakan nasional.
Keterlibatan NU dalam politik juga telah memberikan suara yang kuat bagi umat Muslim di Indonesia.

10. Masa Depan NU
NU terus beradaptasi dan berkembang untuk menghadapi tantangan masa depan. Organisasi ini akan tetap menjadi kekuatan yang menjaga persatuan umat Muslim, memperjuangkan nilai-nilai keadilan sosial, dan mendorong dialog dan kerukunan antaragama.

NU akan terus berperan dalam pembangunan masyarakat yang inklusif, adil, dan berlandaskan pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil’alamin.
NU, sebagai warisan sejarah dan perjuangan Islam di Nusantara, akan terus menjadi pilar keagamaan dan perjuangan dalam membangun negara yang kuat dan berkeadilan. Gerakan ini mengajarkan pentingnya persatuan, keadilan, dan kedamaian dalam kehidupan beragama dan bernegara.